Aya Terlambat Lagi

11:00 cinta kata 2 Comments



Aya tidak bisa tidur semalam. Kini ia harus mengayuh sepeda sekuat tenaga agar tidak terlambat.
“Teeeeeeeeetttt,” terdengar bunyi bel tanda masuk saat Aya berjarak tiga meter dari pagar sekolah.
“Huft.” Aya menekuk wajahnya sambil cemberut. Ia harus siap-siap bertemu Bu Ikke.
“Baiklah sekarang Aya masuk ke kelas dan besok jangan terlambat lagi ya.” Bu Ikke ternyata tidak marah, tapi Aya sangat malu karena ini kali pertama Aya terlambat. 
“Ternyata tidak bisa tidur itu tidak enak ya, badanku lemas sekarang,” ungkap Aya ke Melati yang duduk di sampingnya.
“Biar enggak lemas, yuk, kita jajan ke kantin,” ajak Melati sambil menggamit lengan Aya.
Aya menjadi sedikit bersemangat ketika membahas makanan. Aya sudah kelas 5 dan di masa pertumbuhannya ia jadi doyan makan. Selain suka makan, Aya juga suka membantu ibunya memasak. Aya juga suka makan camilan dan jajan.
Keesokan harinya…
“Ayaaa…ini sudah jam berapa, Nak?” Panggilan Bunda yang kesekian kali akhirnya berhasil membangunkan Aya.
Pandangan Aya langsung beralih ke jam dinding di kamarnya. Jarum jam sudah mengarah ke angka 6.30.
“Gimana ini, aku bisa-bisa terlambat lagi hari ini.” Aya segera siap-siap berangkat sekolah tanpa sarapan.
“Bunda, Aya berangkat.” Aya mencium tangan Bunda secepat kilat.
Aya mengelap peluh dikeringatnya. Karena terlambat untuk kedua kali, Aya dihadiahi Bu Ikke merapikan buku diperpustakaan.
 “Sudah selesai kah merapikan bukunya?” Bu Ikke tiba-tiba muncul dari belakang.
“Sudah, Bu. Apakah saya bisa pinjam buku ini?”
Bu Ikke mengangguk dan Aya kembali ke kelas dengan buku ditangannya.
“Kamu bawa buku apa, Ay?”
“Mel, sepertinya sekarang aku paham mengapa aku tidak bisa tidur kemarin?”
Aya mengingat malam sebelum dia terlambat sekolah untuk pertama kali, minggu lalu. Malam itu Bunda secara khusus memasak Sup Iga Sapi kesukaan Aya. Ia makan malam sangat lahap, bahkan sampai nambah dua kali. Dan malam itu Aya baru bisa tertidur pukul 03.00.
 “Sepertinya aku tidak bisa tidur karena makan terlalu banyak. Aku membacanya dari sini,” Aya menunjuk buku yang dibawanya.
“Kok bisa?” Melati pun jadi penasaran.
“Kamu baca ini deh, Mel.”
Melati mengikuti jari telunjuk Aya. Di sana tertulis bahwa tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan. Aya tidak bisa tidur karena makan banyak dan makan terlalu dekat dengan waktu tidurnya.
“Bahaya lainnya aku bisa kelebihan berat badan kalau terus makan, aku nggak mau gemuk.”
“Iya gemuk itu nggak enak,” Melati pun sepakat dengan sahabatnya.
Keduanya kini mendapat satu ilmu baru. Sekarang Aya akan makan ketika lapar dan makan secukupnya.


-TAMAT-

(Dimuat di Koran Berani, 14-20 September 2015/Tahun IX/No.28)

2 comments: