“Lihat,
Kak! Ini hasil jepretan Bagas bersama Pak Lingga,” kata Bagas menunjukkan layar
kamera miliknya pada Kak Septa. Dua jempol diacungkan Kak Septa, kakak Bagas
yang berprofesi wartawan.
Bagas
baru saja memotret pembuatan ongkek oleh warga untuk persiapan Upacara Kasada.
Ongkek adalah kumpulan sesaji dari hasil bumi terdiri atas pisang, kelapa,
sayur-mayur, bunga manggar, bunga kenikir, bunga tana layu, dan buah-buahan
lainnya.
Bagas
dan Kak Septa sedang menginap di rumah Pak Lingga, warga Suku Tengger yang
tinggal di Desa Ngadisari, Probolinggo, Jawa Timur. Kak Septa akan meliput
rangkaian Upacara Kasada di Gunung Bromo tahun ini. Bagas senang diajak
kakaknya untuk memotret Upacara Kasada besok. Ia yakin akan mendapatkan
foto-foto bagus untuk lomba fotografi di sekolahnya.
Malam
harinya, Bagas bersiap tidur lebih awal. Tengah malam nanti, ia sudah harus
terjaga demi mengikuti upacara Kasada.
Saat
tengah malam, Bagas dan Kak Septa sudah bersiap-siap mengikuti upacara Kasada.
Bagas
merapatkan resleting jaketnya. Ia juga mengenakan syal untuk menahan dingin.
Bagas memandang dengan takjub iring-iringan orang-orang berpakaian adat warna
putih. Bagas mulai memijit-mijit kakinya yang mulai pegal. Memotret upacara
Kasada tidak semudah yang ia bayangkan.
“Bagas
lihat kan, ongkek-ongkek itu akan dilarung sampai ke atas sana. Ke tepi kawah
Bromo,” jelas Kak Septa sambil menunjuk ke puncak Bromo.
Bagas
mulai menimbang-nimbang untuk tidak melanjutkan perjalanan. Namun, di depan
Bagas, orang-orang tua terlihat masih kuat berjalan dan bersemangat. “Kenapa
orang-orang mau berjalan sejauh itu, Kak?”
“Orang-orang
Hindu Suku Tengger meyakini bahwa upacara Kasada adalah bentuk rasa syukur
mereka kepada Sang Pencipta,” jawab Kak Septa.
Bagas
lalu ingat tujuannya ke sini dan kembali bersemangat. Bagas merasa kagum dengan
masyarakat Suku Tengger yang terlihat bersemangat dalam melaksanakan upacara
Kasada tersebut. Mereka sangat berkomitmen menjaga kelestarian budaya, termasuk
menjaga agama atau keyakinan sejak nenek moyangnya.
Bagas lalu teringat
pesan Bu Yuni, gurunya di sekolah, bahwa anak-anak Indonesia harus selalu
menjaga kelestarian budaya bangsa kita sendiri. “Kalau bukan kita sendiri yang
melestarikan budaya bangsa, lalu siapa lagi?” kata Bu Yuni waktu itu.
Link:
0 komentar: