Pesona Pantai Wediombo

16:08 cinta kata 0 Comments



Gunungkidul mempunyai pesona tersendiri bagi semua pelancong yang haus akan keindahan alam pantai. Berada di tenggara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kabupaten Gunungkidul menyimpan gugusan pantai yang jumlahnya mencapai 69 pantai. Gugusan pantai itu tersebar dari ujung timur berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan ujung barat berbatasan dengan Kabupaten Bantul.

Pantai Wediombo adalah salah satu di antaranya. Dengan hamparan pasir putih dengan bibir pantai yang cukup luas ditambah adanya kolam alami atau laguna, rasanya sulit untuk tidak tertarik mendatanginya. Laguna di Pantai Wediombo terbentuk secara alami dari susuan batu karang yang membentuk sebuah kolam dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Laguna ini menjadi salah satu alternatif yang aman bagi pengunjung yang ingin sekali mandi di air laut.

Terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, nama Wediombo sendiri diambil dari bahasa jawa yang memiliki arti pasir (wedi) luas (ombo). Bentuk Pantai Wediombo menyerupai teluk yang lebar. Batu karang besar mengapit di sisi kanan dan kiri dan air lautnya menjorok ke daratan.

Selain memiliki kolam yang unik, Pantai Wediombo menjadi spot menarik untuk mengabadikan momen sunset. Dengan posisi pantai yang hampir sempurna menghadap ke barat, dengan sebuah tebing karang menjulang agak menjorok ke laut, membuat sunset di Pantai Wediombo kian indah. Deretan bebatuan vulkanis membentuk gugusan karang nan kokoh di hampir sepanjang bibir Pantai Wediombo. Anda akan menemukan surga dunia bernilai eksotis yang tersembunyi di sini. Berbagai sudut angle foto yang Anda ambil dapat dipastikan akan nampak bagus.

Bisa Snorkling dan Surfing
Pengunjung dapat memilih menikmati mandi dengan aman di laguna atau menyelam. Di sini Anda dapat menemukan fasilitas untuk menyelam (snorkling) atau berselancar (surfing) dengan bantuan pemandu. Pantai Wediombo sebagaimana ciri khas laut selatan mempunyai ombak yang besar dan tingginya mencapai 4 meter.

Untuk diketahui, Pantai Wediombo ini berada di bawah permukaan rata-rata tanah. Pengunjung harus menuruni puluhan anak tangga untuk mencapai lokasi pantai. Dan di akhir turunan Anda akan dimanjakan oleh pesona keindahan Pantai Wediombo. Panorama ini dapat dinikmati dengan leluasa begitu Anda menginjakkan kaki di hamparan pasir putih. Bagi Anda yang hobi memancing, berkunjung ke pantai ini bisa memenuhi kepuasan Anda mancing sekaligus menikmati deburan ombak bersama keluarga atau teman-teman.

Lokasi Pantai Wediombo yang berjarak sekitar 75 km dari pusat kota Yogyakarta, dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan. Dari kota Yogyakarta Anda bisa mengambil jalan ke arah Wonosari. Setelah melewati pasar Wonosari. Hingga bertemu pertigaan pasar Jepitu, dari situ Anda sudah bisa menemui petunjuk arah ke Pantai Wediombo.

Tips bagi pengunjung di pantai ini sebaiknya tidak menggunakan sandal jepit, jalan yang tidak rata serta berbatu menjadi alasan utama. Harga tiket masuk ke pantai Wediombo cukup murah, hanya Rp 5.000. Menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa sangat disarankan bagi para pengunjung. Selain lebih efisien, kendaraan umum/angkot di sana hanya bisa mengantar Anda sampai Tepus, masih cukup jauh untuk berjalan ke arah pantai.

Fasilitas di pantai ini lumayan baik. Toilet dan kamar mandi yang tersedia bersih dan terawat. Bagi muslim juga disediakan mushola dan juga perlengkapan shalat oleh pengelola. Di sana juga banyak warung makan yang menyajikan beraneka menu dan masakan ikan laut. Anda bisa mencicipi makanan khas Gunung Kidul seperti tiwul dan belalang goreng karena di sana juga tersedia.

Jika Anda ingin bersantai menghabiskan beberapa hari di pantai Wedi Ombo ini sudah tersedia penginapan. Atau jika ingin menikmati pengalaman yang berbeda bisa juga camping di area Pantai Wediombo. Ada persewaan untuk camping di akhir pekan. Selamat jalan-jalan, selamat menikmati anugerah Allah terindah.










0 komentar:

Bahasa Cinta

15:24 cinta kata 0 Comments


Seorang mahasiswa Oxford University asal Indonesia berkesempatan menjadi panelis di sebuah seminar di Maroko. Sesampainya di Maroko, dia baru tahu bahwa paper harus dipresentasikan dalam Bahasa Arab. Semua peserta yang datang dari berbagai negara berbicara dan menulis dalam Bahasa Arab.

Mahasiswa tersebut lalu menawar penyelenggara agar dia bisa menyampaikan presentasi dalam Bahasa Inggris. Dirinya memang tidak bisa berbahasa Arab. Atas kemurahhatian penyelenggara, ia pun diperbolehkan presentasi dalam Bahasa Inggris dengan didampingi seorang translator.

Maroko jelas tahu bahwa Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Maka, mereka pun heran ketika ada mahasiswa asal Indonesia tapi tidak bisa berbahasa Arab. Mereka bertanya kepada pemuda asal Indonesia tersebut, “Anda berasal dari negeri mayoritas muslim. Mengapa Anda tidak menguasai bahasa agamamu?”

Mendengar pertanyaan semacam itu kita atau mahasiswa tersebut pasti tertampar. Bahasa Arab jelas istimewa. Allah memilih Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. Allah berbicara kepada kita lewat firman-firmannya yang berbahasa Arab. Lalu seberapa besar kita menguasainya?

Kita yang beruntung mengenyam pendidikan di sekolah Islam sedikit banyak mengenal Bahasa Arab. Sebagian orang tua pun mengarahkan anaknya untuk menuntut ilmu di pondok pesantren (boarding school)Di mana peguasaan Bahasa Arab menjadi salah satu kompetensi yang harus dikuasai. Kenyataannya itu hanyalah sebagian kecil dari kita.

Agaknya kita belum benar-benar mengupayakan untuk menguasai Bahasa Arab. Bahasa Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup kaum muslimin ini dituturkan sekitar 300 juta orang dan terbesar kelima di dunia. Maka sudah selayaknya kita sebagai muslim lebih membumikan Bahasa Arab. Bahasa Cinta yang dipilih Allah untuk memberi petunjuk umat manusia menuju jalan-Nya yang lurus. []

0 komentar: