Se-PeDe Apa Kita?

12:58 cinta kata 0 Comments


Tahun 2018 menjadi tahun di mana saya banyak berkesempatan naik pesawat, yakni delapan kali terbang. Itu berarti saya juga mengalami delapan kali pesawat take off dan delapan kali pesawat landing. Dua kondisi kritis pesawat di mana penumpang wajib duduk tegak dan mengenakan sabuk pengaman, karena pesawat bergetar hebat dalam dua kondisi tersebut yang diistilahkan dengan critical eleven.

Maka mendengar berita jatuhnya pesawat Lion Air JT610 beberapa menit setelah take off, membuat saya merinding. Merasa bersyukur semua penerbangan saya kemarin aman dan tidak ada halangan apapun. Rahasia umur tidak ada yang tahu, tetapi di sisi lain kita sama-sama sadar mempunyai modal waktu sehari 24 jam.

Seorang wanita muda yang saya temui di antrean sebuah swalayan menyadarkan tentang bagaimana seharusnya mengisi waktu luang (sisa umur−red). Saat itu antrean kasir mengular. Pemandangan yang sering ditemui saat akhir pekan dan tanggal-tanggal setelah gajian. Satu customer rata-rata selesai terlayani dalam waktu 10−15 menit. Maka ketika kita ada di urutan nomor 9 dari antrean, kita harus rela berdiri 80−120 menit sampai tiba giliran kita. Di tengah antrean, wanita muda yang berdiri tepat di depan saya tersebut mengisi waktunya dengan membaca Al-Quran dengan suara lirih. Sebuah pemandangan langka dewasa ini, tapi cukup menohok.

Ketika di rata-rata banyak waktu yang kita habiskan untuk mengantre. Untuk berobat di Puskesmas, menabung di Bank, untuk berbelanja, untuk nyalon, sampai antre membeli tiket nonton di bioskop. Maka pilihan mengisi waktu luang saat mengantre untuk hal-hal berfaedah harus mulai kita pikirkan. Jatah masing-masing orang tetaplah 24 jam dan waktu tidak bisa kita tabung untuk bisa dipakai kemudian. Dan cukup percaya diri kah kita akan berumur panjang? []

0 komentar: