INI KITA. . . .

10:55 cinta kata 0 Comments




Hampir dua tahun dalam satu lingkaran bukanlah waktu yang singkat untuk membuat hati-hati kami saling bertaut. Ketika kata perpisahan diucapkan maka seakan ada bagian dari tubuh ini yang tercerabut. Bagai film yang tiba-tiba memutar kembali secara otomatis. Adegan-adegan kebersamaan kami pun berseliweran dalam ingatan silih berganti. Tidak banyak moment yang kami tangkap dalam dimensi digital sehingga mengingatnya cukup dengan ingatan akan setiap canda, perhatian, tausiyah, dan obrolan di setiap pertemuan.
Bertemu setiap pekan dan tiba-tiba rutinitas itu berganti dengan orang-orang baru pasti tetap berbeda. Perpisahan selalu mengajarkan kita untuk seharusnya menghargai setiap moment kemarin dan jika bisa ingin membungkusnya dengan label penting. Betapapun menyadari perpisahan adalah keniscayaan, di saat kata itu tiba pun kami masih ingin untuk mengulur waktu. Untuk sekadar menatap lebih lama wajah satu sama lain atau sekadar menyampaikan secara tersirat, “Aku mencintaimu saudaraku.”

Ini Kita
Kita memang sebuah kata yang terdiri dari aku dan kamu
tanpa pemberitahuan pun kita tahu bahwa ini kita
kita yang saling mendoakan dalam malam-malam yang panjang
kita yang saling gelisah ketika ada sedikit kerenggangan
dan kita yang selalu ada di kotak memory ukhuwah
semoga kita pun masih tetap menjadi kita
meskipun tanah yang kita pijak berbeda tempat

tapi kita tetap melihat matahari yang sama.

0 komentar: